Pengecekan Jalur Retakan Tanah di Desa Ketanda, Polsek Sumpiuh Polresta Banyumas Perkuat Langkah Mitigasi Bencana

Pengecekan Jalur Retakan Tanah di Desa Ketanda, Polsek Sumpiuh Polresta Banyumas Perkuat Langkah Mitigasi Bencana

Polresta Banyumas bersama instansi terkait kembali berada di garis terdepan dalam upaya mitigasi bencana alam di wilayah Kabupaten Banyumas. Pada Rabu (19/11/2025), Kapolsek Sumpiuh AKP Yanto, S.ST memimpin pengecekan jalur retakan tanah yang menjadi salah satu pemicu pergeseran lahan di RT 07 RW 01 Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh.



Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 wib hingga 15.00 wib dengan melibatkan unsur TNI, BPBD, perangkat desa, serta warga setempat. “Kami memastikan setiap titik rawan dapat terpantau dan ditindaklanjuti,” ujar Kapolresta Banyumas Kombes Pol Dr. Ari Wibowo, S.I.K., M.H., melalui AKP Yanto di lokasi.



Dalam pengecekan ini, tim menemukan sejumlah kondisi yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga. Salah satu temuan utama adalah keberadaan sumber mata air dan lubang besar seperti sumur yang diduga memperburuk retakan tanah. Selain itu, ditemukan pula retakan baru di beberapa titik serta lubang lubang yang menyerap air cukup dalam, mengindikasikan kondisi struktur tanah yang semakin labil.



“Ini harus segera direspons agar tidak berkembang menjadi situasi darurat,” tegas seorang petugas BPBD yang turut memantau.



Petugas juga menyoroti kondisi kritis di kawasan pinggiran Sungai Lanang, Grumbul Karang Banat, RT 06 RW 01, dimana enam titik longsor ditemukan dengan pergeseran tanah mencapai tujuh meter ke arah sungai. Jika longsoran itu menutup aliran air saat hujan deras, potensi terbentuknya bendungan alami dapat memicu banjir bandang. Menanggapi temuan tersebut, Kapolsek bersama instansi terkait menegaskan sudah menyiapkan langkah antisipatif.



Salah satu tindakan cepat yang dilakukan jajaran Polsek Sumpiuh ialah merelokasi warga bernama Bapak Toyib beserta istrinya yang sedang menderita stroke. Rumah mbermereka berada di zona rawan dan direkomendasikan untuk segera dikosongkan demi keselamatan. Proses evakuasi dilakukan dengan pendekatan humanis, mengutamakan kenyamanan pasien dan keluarga. “Keselamatan warga tetap prioritas utama,” ujar AKP Yanto.



Selain pemetaan kerawanan, petugas juga melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak namun masih enggan mengungsi. Langkah ini dilakukan agar petugas dapat melakukan pemantauan intensif sekaligus memberikan edukasi mengenai resiko pergerakan tanah. Disamping itu juga diberikan imbauan terbuka agar masyarakat tetap siaga, mengingat prediksi menunjukkan masih ada retakan baru yang kemungkinan belum teridentifikasi akibat kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi.



Seluruh temuan pada kegiatan ini akan menjadi bahan rujukan resmi dalam rapat penanggulangan bencana di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten. Polresta Banyumas dengan koordinasi lintas instansi, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap perkembangan di lapangan guna memastikan keselamatan masyarakat.



(PID Presisi Humas Polresta Banyumas)


Link Tersedia:

Tidak ada link yang tersedia untuk konten ini.


« Kembali ke Daftar Konten